JAMbAnQ unTukmU

Jamban??knp nama lama d rubah dan d ganti Jamban??ada apa dgn Jamban??Jamban/Kakus,adalah tmpt qt buang segala isi yg ada d perut,jd dgn smangat 45 yg sama,Blog ini bakal jd “jamban” gw dalam ngungkapin segala yg ada d pikiran q ini,n dgn Bangga gw persembahkan JAMBAN ini UTKmu.hehePeace

Archive for March 11th, 2007


Orang lain bisa, saya pun bisa

Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan. Peluang sukses adalah terbuka untuk semua orang, tidak peduli pendidikan, lingkungan, status, uang, dan sebagainya, semua orang bisa sukses jika melakukan hal-hal penyebab kesuksesan. Tentu saja dengan kekecualian, jika Allah tidak mengijinkan Anda untuk sukses maka Anda tidak akan sukses.

Untuk mencari penyebab kesuksesan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pertama Anda bisa mencontoh orang lain yang telah sukses. Contoh semua tindakannya, pemikirannya, termasuk sikap mentalnya. Orang sukses ada disekitar Anda, tindakan yang diperlukan hanyalah mencarinya kemudian bertanya. Setelah mendapatkan jawaban Anda tinggal menyesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Kedua, selain bertanya kepada orangnya langsung, Anda juga bisa membaca bukunya. Ada beberapa macam buku ditulis, ada buku yang ditulis mengenai biografi seseorang yang telah sukses. Dari buku tersebut Anda bisa belajar banyak dari kehidupan orang sukses. Apa yang dia lakukan dan bagaimana sikap orang tersebut? Jenis buku kedua ialah buku yang ditulis berdasarkan riset atau pengamatan terhadap orang-orang yang sudah sukses. Kelebihan jenis buku kedua ialah lebih mudah dipahami karena si peneliti telah merangkumkan buat Anda. Selain itu sumber yang dia teliti sering lebih dari satu orang, sehingga faktor sukses yang dipaparkan dalam buku tersebut lebih lengkap.

Hal yang menyedihkan ialah justru minat baca di Indonesia masih sedikit. Kita perlu meningkatkan minat baca kita, keluarga kita dan orang-orang disekitar kita. Kabar baiknya di Indonesia harga buku cukup murah (meskipun ada yang mengatakan mahal, mungkin jika dibanding dengan penghasilan). Sebagai perbandingan, saya membeli buku terbitan USA, harganya sekitar US$ 20, sementara buku setebal tersebut di Indonesia harganya sekitar 30-40 ribu rupiah.

Kadang apa yang dibaca dari orang lain tidak akan cocok dengan kita. Tentu saja karena berbagai kondisi yang berbeda antara orang yang Anda pelajari dengan kondisi Anda. Atau
apa yang Anda lakukan ialah benar-benar baru, belum ada orang yang melakukannya. Untuk ini, yang diperlukan adalah keberanian mencoba-coba. Thomas Alfa Edison sampai ribuan kali mencoba membuat bohlam lampu, begitu juga Henry Ford berkali-kali membuat mesin mobil, dan orang yang telah terbukti sukses merintis sesuatu yang baru, pada awalnya melakukan berbagai percobaan atau usaha. Jika orang lain bisa dengan tekun, sabar, berani mengambil resiko, dan pantang menyerah, maka Anda pun bisa.

taken from motivasi-islami.com

Sebab Cinta

Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat
di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat
berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia
satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak
alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya
mengejar bis kota , sayangnya bis besar itu hanya menyisakan kepulan
asap hitam di wajah wanita pengamen itu.

Si kecil yang digendongnya, hanya bisa menutup mata untuk
menghindari kepulan asap yang memerihkan mata. Ia, sungguh takkan
pernah mengerti sebab apa dibawa berlari mengejar satu bis ke bis
lainnya. Ia, juga takkan pernah memahami, setiap kali ibunya
bernyanyi di depan puluhan pasang mata di dalam bis kota . Yang ia
tahu hanyalah, terik matahari, atau derasnya hujan, debu jalanan,
asap knalpot, aroma bis kota , tatapan iba, dan juga makian
penumpang yang terganggu oleh hingar musik ibunya. Semua itu menjadi
sahabat sehari-hari si kecil.

Lain lagi dengan pemandangan di Pasar pagi Cikokol, Tangerang,
Banten. Pukul 02.00 dini hari, seorang anak berusia tidak lebih tiga
tahun terlelap di tengah pasar. Berselimut angin malam, berteman
aroma pasar, si kecil tertidur ditemani hiruk pikuk para aktor
pasar; penjual dan pembeli. Sesekali mimpinya tergugah oleh klakson
mobil, matanya terbuka melihat sekejap sang ibu yang sibuk melayani
pembeli. Kemudian terlelap kembali merajut mimpi indahnya.

Anak pasar itu -kalau boleh disebut begitu- tak pernah tahu sebab
apa ibunya menyertakannya dalam aktivitas di pasar dini hari itu. Ia
tak pernah benar-benar mengerti kenapa dirinya berada di tengah-
tengah tumpukan cabai, bawang, tomat dan sayuran setiap pagi dan
melihat transaksi jual beli yang dilakukan ibunya. Saat terbangun
dan menemani ibunya, cabai, bawang, tomat itulah sahabatnya. Angin
pagi yang menusuk menjadi selimutnya, dan aroma tak sedap pasar
becek lah yang kerap mengakrabinya.

Di tempat yang berbeda. Seorang ibu di Bogor naik turun KRL (kereta
api listrik) menggendong anaknya yang cacat mental dan fisik,
padahal si anak sudah berusia belasan tahun. Anak yang takkan pernah
mengerti itu, benar-benar tidak tahu, sebab apa ibunya rela
menanggung malu mengemis belas kasih dari penumpang kereta. Si anak
juga tak pernah bertanya, “beratkah ibu menggendong saya?”

Masih di kereta yang sama, seorang ibu lainnya menggendong anaknya
yang berusia tiga tahun. Si kecil yang lucu dan ramah itu, hanya
memiliki sebelah tangan. Ia tak dianugerahi tangan kiri dan dua kaki
saat terlahir ke dunia ini. Anak itu, tak pernah memahami kenapa di
setiap menit selalu ada tetes air mata di sudut mata ibunya. Si
kecil selalu tersenyum, meski air muka ibunya tak pernah menyiratkan
bahagia. Senyum sang ibu kerap dipaksakan di depan para penumpang
kereta, demi sekeping receh yang diharapnya.

***

Anak-anak itu, memang belum akan mengerti sebab apa ibunya mengejar
bis kota , mengakrabi malam di pasar, dan menyusuri gerbong demi
gerbong kereta api. Yang mereka tahu hanyalah, mereka tak pernah
jauh dari ibunya. Yang mereka rasakan adalah kecupan di kening dan
wajah setiap kali sang ibu berkesah tak mendapatkan rezeki. Bahasa
kalbu ibu berkata, “sebab cinta, ibu melakukan semua ini nak”.

Sungguh, jika tak karena cinta, langkahnya sudah terhenti. Cintalah
yang mengajarkannya untuk menghapus kata “lelah” dan “putus asa”
dalam kamus hidup seorang ibu.

sodaraQ,seorang ibu,rela melakukan apapun demi anaknya,seorang ibu,rela masuk neraka,untuk anaknya.

sodaraQ,naluri kasih seorang ibu,tidak akan membiarkan setetes air mata,jatuh dari pelupuk matanya,dia akan lakukan apapun agar anaknya tersenyum,agar anaknya mendapat hidup yg layak,agar anaknya mendapat pendidikan yg bagus,dia rela melakukan apapun,untuk  kita.

SodarQ,cinta seorang ibu,sungguh sebuah cinta yg murni.

Ingatlah sodaraQ,sebelum kau menyakiti perasaannya,sebelum kau menghakimi apa yg ibumu lakukukan,coba ingat besar cintanya padamu,dan relakah engkau mengotorinya dengan ucapanmu yg akan menamparnya dengan keras….?

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

saudaraQ,begitu banyak yg telah d berikan oleh orang tua kita pada kita.begitu banyak cinta yg telah mereka berikan pada kita,tp d saat mereka telah beranjak tua,apakah terbersit dalam hati kita untuk selalu berada d sisinya,seperti dy yg selalu berada d sisi kita d setiap waktu d saat kita masih tumbuh dan belajar mengenai kehidupan???

sodaraQ,apa yg telah kau lakukan untuk orang tuamu?

apakah kau sudah memberikan yg terbaik utk mereka?

kalau kau jawab sudah,berarti semua budi orang tuamu padamu sudah kau balas,kau berhak utk memarahi mereka,membentak mereka….

tp jika kau jawab belum,ingatlah sodaraQ,sebelum kau marah pada orang tuamu,sebelum kau membentak orang tuamu,ingat sodaraQ,apakah kau pantas melakukan itu smua???apakah kau lupa akan kesabaran mereka menghadapi tingkah lakumu???

kalau kau masih punya hati sodaraQ,ingatlah untuk memperhatikan mereka,menyayangi mereka,karena kau tidak tahu,kapan mereka lembali kepada-NYA.