JAMbAnQ unTukmU

Jamban??knp nama lama d rubah dan d ganti Jamban??ada apa dgn Jamban??Jamban/Kakus,adalah tmpt qt buang segala isi yg ada d perut,jd dgn smangat 45 yg sama,Blog ini bakal jd “jamban” gw dalam ngungkapin segala yg ada d pikiran q ini,n dgn Bangga gw persembahkan JAMBAN ini UTKmu.hehePeace

Archive for August 5th, 2007


Kisah Pohon ApeL

Di suatu masa dahulu ada sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang
kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel
ini setiap hari.

Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan
apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu
terlelap di pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu
menyayangi tempat permainannya dan sepertinya pohon apel itu juga
menyukai anak tersebut.

Waktu berlalu… anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang
remaja. Dia tidak lagi menghabiskan waktu setiap hari bermain di
sekitar pohon apel tersebut.

Namun demikian, pada suatu hari dia
datang ke pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. "Marilah
bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu."
Aku bukan lagi
kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab
remaja itu." Aku mau mainan. Aku perlu uang untuk membeli mainan,"
tambah remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pohon apel itu
berkata, " Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah
untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang
kau inginkan."

Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi
dari situ. Dia tidak kembali lagi. Pohon apel itu merasa sedih.
Kemudian waktu terus berlalu…Suatu hari, remaja itu kembali. Dia
semakin dewasa.
Pohon apel itu merasa gembira. "Marilah nak bermain-
main di sekitarku," ajak pohon apel itu.
"Aku tak ada waktu untuk bermain.
Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membuat rumah
sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Maukah kamu menolongku
wahai pohon apel?" Tanya anak itu."

Pohon apel menjawab
"Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi
kau boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kau buatlah rumah
dari padanya."
Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong seluruh
dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon
apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih karena
remaja itu tidak kembali lagi.

Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel yang
sudah gundul itu . Lelaki itu sebenarnya adalah anak lelaki yang
pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan
dewasa.
"Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu."
Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yangsuka bermain-main
di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk
belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu. Maukah kau
menolongku lagi ?"
kata lelaki itu."

Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepadamu. Tetapi kau boleh
memotong batang utama pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan
dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu.
Lelaki itu merasa
amat sedang dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudiannya pergi
dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi.

Akhirnya pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimakan usia,
datang kembali menuju pohon apel itu.
"Maafkan aku. Aku tidak ada apa-
apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku sudah memberikan buah untuk di
jual, dahanku dan ranting untuk kau buat rumah, batang utamaku untuk
buat perahu. Aku hanya akar yang hampir mati…" kata pohon apel itu
dengan nada pilu.

"Aku tidak mau apelmu karena aku sudah tidak bergigi untuk
memakannya, aku tidak mau dahanmu kerana aku sudah terlalu tua untuk
memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu karena aku tidak belayar
lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat,"
jawab lelaki tua
itu.
"Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohon apel itu.
Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu.
Mereka berdua menangis….

Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah
kedua ibu bapak kita.
Bila kita masih muda, kita suka bermain
dengan mereka.
Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan
mereka untuk meneruskan hidup.
Kita tinggalkan mereka dan hanya
kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan.
Namun
begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia
dan gembira dalam hidup.
Anda mungkin berfikir bahwa anak lelaki itu bersikap
kejam terhadap pohon apel itu,
tetapi
fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini
terhadap ibu-bapa mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kita.
Jangan hanya
kita menghargai mereka karena kita butuh saja,
kasih orang tua tidak
pernah habis, selamanya.

A story bout heart

uda lama g crita d blog ni

suatu hari d sbuah negri antah berantah,seorang pemuda berkoar d tengah pasar dan berkata
"HatiQ adalah hati yang teridah d dunia"
orang2 pasar merasa terganggu dan penasaran jg dgn sang pemuda tadi,mereka mendekat,dan saat mereka mendekat,sang pemuda itu membuka bajunya dan memperlihatkan hatinya yang sungguh2 indah,mulus tanpa cacat.
"HatiQ adalah hati terindah d dunia,tanpa cacat,mulus dan indah"
ujarnya lagi…
saat orang2 pasar sedang mengagumi hati sang pemuda tadi,datanglah seorang kakek tua yg menyeruak d antara kerumunan orang2.
matanya terlihat bening,dan tubuhnya yang tegap walau penuh kerut mencerminkan kegagahan masa mudanya,dia -sang kakek- adalah orang yang d hormati d daerah tersebut,seorang bijak yang bahkan d segani oleh raja.
kakek itu berkata
"hatimu memang indah anak muda,tidak seperti hatiQ"
ujar sang kakek sambil memperlihatkan hatinya.dan orang2 d pasar itu kaget,karena hati sang kakek tua itu penuh luka dan tambalan2 kecil,bahkan ada beberapa bagian dr hatinya yg seakan tercuil….
melihat hal itu,sang anak muda dengan nada meremehkan bertanya
"apa yg tjd dgn hatimu hai kakek tua"
sang kakek td berkata
"hatiQ seperti ini,krn dlm perjalanan hidupQ,jika aq bertemu dengan seseorang,dan q menjadi temannya,q mencuil sekerat kecil hatiQ utk d berikan padaQ,dan dia kadang jg memberikan sekerat hatinya utk menambak lubang d hatiQ,dan bagian2 yang berlubang dan tak tertutup tambalan yang kau lihat wahai ank muda,adalah d saat q memberikan secuil hatiQ pada seseorang,dan dy tdk memberikan hatinya padaQ,tp aq ikhlas,krn sekerat hatiQ ada padanya"
SodaraQ,dr cerita ini,hati siapa yg paling indah?
hati sang kakek tua adalah hati seorang pemberi….

nulis maning

hmm,nulis apaan ya?

im happy now
cm itu yg lo perlu tw
apa yg tlah q lakuin g sia2
heheheheh
i got what i want
n gw mesti jaga itu……..