JAMbAnQ unTukmU

Jamban??knp nama lama d rubah dan d ganti Jamban??ada apa dgn Jamban??Jamban/Kakus,adalah tmpt qt buang segala isi yg ada d perut,jd dgn smangat 45 yg sama,Blog ini bakal jd “jamban” gw dalam ngungkapin segala yg ada d pikiran q ini,n dgn Bangga gw persembahkan JAMBAN ini UTKmu.hehePeace

Archive for December 18th, 2007


aevo..sipendaki gunung

Bercerita tentang seorang pendaki gunung yang bernama Aevo,
yang memaknai hidup dari perjuangan yang dia lakukan.
Hampir seluruh waktu dalam hidupnya dipakai untuk menaklukkan gunung-gunung yang menjulang tinggi, hanya untuk melihat pemandangan mana yang terindah.
Semakinn tinggi gunung yang dia taklukkan, semakin indah pemandangan yang ia dapatkan.
Hingga pada suatu kesempatan,Aevo memutuskan untuk mendaki sebuah gunung yang amat tinggi.
Aevo merasa itulah gunung tertinggi yang pernah ia hadapi.
Dalam hati Aevo ada ketakutan,hal yang selalu datang dalam hatinya setiap akan mendaki sebuah gunung. Seperti biasa pula,
Aevo berusaha menenangkan hatinya.

Setelah merasa cukup tenang,Aevo mulai melangkahkan kaki, selangkah demi selangkah.
Mendaki gunung yang akan menghadiahi dia banyak tantangan dengan bekal seadanya.

Tidak terasa, Aevo sudah mendaki seperempat dari gunung tersebut.
Aevo melihat sejenak ke belakang, jalan yang sudah ia lalui.
Dalam pikirannya, dia berkata, “Ah, masih belum jauh.”
Sambil terus melangkahkan kakinya.
Sampai langkahnya harus terhenti oleh seekor ular yang berjalan di hadapannya.
Sesaat Aevo panik, dan ingin menghindar.
Namun, sedikit gerakan tubuhnya, menyadarkan ular tersebut akan kehadiran Aevo di sekitarnya.
Ular tersebut memandang Aevo yang sedang berusaha tenang, dan ternyata ketenangan Aevo akhirnya membuat ular tersebut pergi.

Aevo melanjutkan perjalannya dengan sisa bekal yang masih ada.
Ketegangan karena ular tadi cukup membuat Aevo kehilangan tenaga.
Kini Aevo sampai di posisi tengah dari gunung tersebut. Saat Aevo sadar akan posisinya, ada ketakutan muncul kembali dalam hatinya.
Betapa jauh dan terjalnya jalan yang sudah ia lalui, dan yang masih akan dia jalani.
Ditambah dengan bekal yang sudah sangat menipis.
Aevo takut akan mati di tengah jalan. S
esaat kembali Aevo duduk dan mengumpulkan semangat, kembali pada motivasinya. Setelah yakin, Aevo kembali melangkah.
Dia mulai dapat melihat pemandangan yang indah namun masih buram.

Sampailah Aevo pada tiga per empat bagian gunung itu.
Ada pemandangan yang sangat mengerikan.
Terdapat beberapa tulang belulang manusia di sana.
Yang mungkin tewas saat mendaki dunung tersebut.
Segera Aevo membuka bekal dan terkejut.
Tinggal sepotong roti di sana.
Pikiran Aevo terguncang, takut akan kematian yang ada dalam benaknya.
Namun saat memandang ke bawah, Aevo sadar, sudah terlalu jauh. Saat memandang sekelilingnya, Aevo mulai melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, namun masih buram.
Dan saat ia memandang ke atas, dia sadar, tinggal beberapa langkah lagi.
Segera Aevo menghabiskan roti itu, dan dengan tekad bulat memutuskan akan mendaki gunung tersebut sampai tuntas.

Langkah-langkah Aevo terus bergantian, walau lelah sudah tak terkatakan lagi.
Aevo terus berusaha, walau terjatuh beberapa kali. Naik, naik, dan terus naik.
Sampai Aevo melihat sebuah hamparan tanah datar, dan Aevo kembali terjatuh.
Jatuh dan tak sanggup untuk bangun lagi.
Aevo mencoba membuka mata dan melihat pemandangan yang sangat indah dan jelas.
Keindahan dunia di bawah sana.
Warna-warni yang dihasilkan dengan sangat harmonis oleh alam.
Aevo sampai di puncak gunung.
Gunung tersebut telah takluk.
Aevo mengucap syukur, dan dengan pasrah menyerahkan tubuhnya, menyerahkan kelelahannya pada Sang Pencipta.
Dia mati. Mati dalam kepuasan hidup.
Mati dalam pengertian akan perjuangan hidup dan warna-warni kehidupan.
Dedu dan tanah gunung menjadi selimut untuk tidur panjangnya. Eidelways sebagai hiasan dan batu gunung sebagai batu nisannya.

Inilah gambaran kehidupan yang akan, atau sedang, atau mungkin yang seharusnya kita alami.
Tetaplah berusaha, yakin pada tujuan hidup kita.
Percaya bahwa dari setiap perjuangan akan ada hasil.
Sehingga kita pun dapat menghargai hidup kita,
dan semakin percaya bahwa Tuhan akan selalu ada dalam hidup kita.
Yang akan menghargai setiap usaha dalam hidup kita sesuai harga yang telah Dia tentukan.
Sampai akhirnya kita pergi dari dunia dengan kepuasan hidup, dan yang terutama kelepasan yang sesungguhnya.

moral

Ada seorang ayah. Ia adalah seorang pekerja keras yang mencukupi seluruh kebutuhan hidup bagi istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam sesudah bekerja dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Kecuali hari Minggu, sang ayah sangat susah untuk bisa makan bersama-sama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan bagi keluarganya apa saja yang bisa dibeli dengan uang.

Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukannya untuk mereka. Tetapi seringkali juga, dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Dengan sangat gembira, sang ayah ini lulus, dengan prestasi gemilang pula! Segera sesudah itu, dia ditawarkan posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik.

Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sekarang sang ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, seperti pakaian yang indah-indah, makanan-makanan enak dan juga liburan ke luar negeri.

Namun, keluarganya masih saja tidak bisa bertemu dengan sang ayah hampir dalam seluruh minggu. Dia terus berkerja sangat keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan Manager. Nyatanya, untuk membuat dirinya calon yang cocok untuk jabatan itu, dia mendaftarkan diri pada kursus lain di Universitas Terbuka. Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia beralasan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka.

Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.

Kerja keras sang ayah berhasil dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk memperkerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutinnya. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik untuk keluarganya bila menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.

Setelah merasakan jerih payah kerja kerasnya selama ini, sang ayah memutuskan untuk lebih jauh lagi belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya masih tidak bisa sering bertemu dengan dia. Kenyataannya, kadang-kadang sang ayah harus bekerja di hari Minggu untuk menemani tamu-tamunya.

Lagi, setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan mereka, dia beralasan kalau semua ini dilakukan demi mereka. Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Seperti yang diharapkan, kerja keras sang Ayah berhasil lagi dan dia membeli sebuah kondominium yang indah yang menghadap ke pantai.

Pada malam pertama di rumah baru mereka, sang ayah mengatakan kepada keluarganya bahwa dia memutuskan untuk tidak mau mengambil kursus dan mengejar promosi-promosi lagi. Sejak saat itu dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya.

Namun, sang ayah tidak bangun-bangun lagi keesokan harinya …..

Pertanyaan untuk Refleksi: Apakah anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja?

story bout eyes

Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena
sebuah kecelakaan..

Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari
lingkungannya..

Ia merasa tidak ada seorang pun yg
memperhatikan atau menyayanginya..

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya..
Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy..
Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy
sebagai suatu kekurangan yg berarti..
Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus…
Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..

B : Girl…mengapa kamu begitu menyayangiku..?

G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan
mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku
tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Boy..
(tersenyum)

B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat
untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

G : Boy..aku tidak mengharap apapun
darimu..buatku..kamu bisa ceria setiap hari dan
menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku
senang ketika kau merasa senang..

B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu
menyayangi aku yg buta seperti ini..

G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa
melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..karena
hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus
menyayangiku…

G : benarkah..?

B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa
melihat, PASTI aku akan menikahimu..

G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat
menyayangimu…

B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat
menyayangimu Girl..

singkat cerita..

Boy melakukan operasi cangkok mata yamg ia dapat dari donor yang tidak diketahui
dan
berhasil..ia mampu melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl..

Pergilah ia mencari Girl..
sampai ia berhasil menemukannya…

Namun…
alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa
ternyata Girl adalah seorang gadis buta..

Ia tidak bisa menerimanya..Ia pun menolak Girl..
Ia lupa akan semua janjinya…

G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan
menikah denganku..?

B : ummm….(bimbang) ya memang aku pernah
berkata begitu..tapi tidak dengan keadaanmu yg
seperti ini..

G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari
janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku
satu-satunya orang yg menyayangimu..?

B : eeeerr…maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah
dengan gadis buta..maaf..

Boy pun pergi meninggalkan Girl..
Girl yang kecewa dan merasa dikhianati..memilih
untuk bunuh diri..

Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat
disakunya..

“Dear Boy…
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan
padamu..
tidak banyak yg bisa aku lakukan
untukmu…
Namun..aku sungguh-sungguh tulus
menyayangimu…

Semoga kedua mataku itu bisa berguna
bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan
dalam hidupmu kembali..”

~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu
hanya dengan mata..
melainkan juga dengan hati
kita..
Mata itu bisa menipu..namun hati tidak..
kata
hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam
hidup manusia..~

16 Selingan dalam hidup

1.Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.

2.Ada saat-saat dalam hidup dimana kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemput menyadari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

3.Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup itu sehingga tidak melihat pintu yang lain yang dibukakan kepada kita.

4.Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan bahwa kamu telah lama berbicara dengannya.

5.Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak mengetahui apa yang tidak kita miliki sampai kita mendapatkannya.

6.Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan dalam dia.

7.Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Kita harus tahu bagaimana mensyukuri karunia itu.

8.Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang, dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi kita memerlukan waktu yang cukup lama untuk melupakan seseorang.

9.Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

10.Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

11.Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

12.Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun telah disakiti hatinya.

13.Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak punya keberanian untuk mengutarakan cinta itu.

14.Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal selama kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu tidak dapat melupakannya.

15.Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang, bukan jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta bersemi dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

16.Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.